Config Register is 0x4a6f6469

June 22, 2007

Busway

Filed under: Root
Akhirnya, kemarin malam nyobain juga naik busway emoticon. Itu juga sebenarnya terpaksa.
Ceritanya semalam masih ada di daerah harmoni jam 20.00 wib. Mau pulang ke arah kampung melayu. Ya udah cobain deh naik busway. Beli karcis Rp 3500, petugasnya bilang "naik ke arah pulogadung, tapi turun di senen. Dari situ naik lagi ke arah kampung melayu".
OK kita coba. Ternyata arah pulogadung banyak peminatnya alias rame hehehehe. Setelah 15 menit menunggu, datang juga si Transjakarta. Di dalamnya walupun berhimpitan tapi enak juga ya, karena AC nya dingin. Berhubung nggak mengalami macet emoticon sekitar 20 menit kemudian sudah sampai di senen, transit, dan 15 - 20 menit berikutnya sudah sampai di kampung melayu. Alhamdulillah nggak keringetan, nggak penat dan pusing karena polusi knalpot metromini yang biasanya harus gue alami, hehehehe.
Sebenarnya Busway bisa menjadi salah satu solusi mengatasi kemacetan di jakarta. Namun sayang Sutiyoso tidak memaksimalkannya. Padahal kalau mau di research lebih detil ada langkah-langkah yang bisa direalisasi Pemda DKI, diantaranya:
  • Batasi kepemilikan kendaraan bermotor. Jangan sampai satu individu atau keluarga memiliki lebih dari satu.
  • Pertinggi pajak kepemilikan kendaraan bermotor.
  • Perketat seleksi polusi untuk kendaraan bermotor. Salah satu keluarga saya sudah ada yang menjadi warga negara Jerman. Beliau mengatakan pemeriksaan layak pakai kendaraan ini wajib dilakukan per tahun. Kalau tidak lolos kendaraan yang bersangkutan tidak boleh dipakai.
  • Serahkan pengawasan operasionalnya kepada KPK. Maklum lah, berbanding lurus dengan adanya regulasi baru, maka tindakan penyelewengan di kalangan birokrat negeri juga hampir pasti terjadi. Dan sampai saat ini KPK menurut gue masih dapat dipercaya.

Nah kalau empat poin diatas sudah berjalan, maka step berikutnya adalah:

  • Bangun infrastruktur Busway secara total.
  • Lakukan migrasi semua angkutan ke busway secara maksimal. Mulai dari PPD, metromini, mikrolet, kopaja, dan semua angkutan yang beroperasi di DKI harus di migrasi ke Busway. Lalu awak angkutannya di kemanain ? Ya di upgrade menjadi personel Busway. Beri mereka pendidikan, naikkan derajat pemikiran dan kehidupannya. Susah ah kayaknya ? Ya memang untuk itu anda dibayar menjadi Gubernur DKI. Anda digaji mahal bukan untuk tidur di benteng yang besar. Tapi untuk bekerja membuat DKI menjadi lebih baik. Biayanya gimana ? Pemda DKI punya dana yang tidak terbatas, sayang kan kalo 14 milyar rupiah cuma untuk buat air mancur bunderan HI.
  • Lihat lagi kata-kata total di poin pertama. Itu berarti jalur Busway sudah meng-cover seluruh jalur di DKI Jakarta dari tengah sampai ke pinggir. Dan jelas armada Transjakarta harus ditambah lagi secara maksimal. Dan disinilah gunanya seluruh awak angkutan lain yang di migrasi ke Busway. Busway dapat beroperasi selama 24 jam non-stop. Banyaknya awak angkutan yang di migrasi sangat memungkinkan untuk dibuat sistim shift. Atau kalau tidak mau beroperasi 24 jam, sistim shift bisa dilakukan secara harian. Sehari kerja sehari libur, enak kan emoticon.
  • Nah yang paling penting, gaji mereka dengan mahal. Karena mereka berada di jasa pelayanan publik yang sangat vital. Gak usah takut  mikirin gajinya darimana. Selain tadi udah disebut Pemda DKI punya dana yang tidak terbatas. Ini juga akan menjadi investasi yang sukses. Karena dengan infrastruktur Busway yang ‘menggurita’ dan sistim pelayanannya yang profesional. Orang Jakarta akan serempak meninggalkan mobilnya di garasi rumah masing-masing. Satu orang rela membayar Rp 3500, kalikan aja dengan frekuensi pemakai Busway. Ambil aja angka yang menurut anda dapat mewakili, nah itu baru pendapatan dalam satu hari.
Tapi setelah gue pikir-pikir masak seeh poin-poin diatas tidak terpikirkan oleh Gubernur DKI, wakilnya, dan jajaran instansinya ? Belum lagi kalau mereka meng-hire para staf ahli. Iya kan, masak seeh nggak kepikiran ? emoticon
Ternyata solusinya ada pada satu kalimat, yaitu kemauan!
Gubernur DKI sekarang punya nggak kemauan untuk itu ? Simpel aja kok sebenarnya. Gue kasih fakta dan data yang nyata. PKS menang di jakarta, mereka menduduki kursi terbanyak di DPRD DKI. Walaupun nggak 50% + 1 karena cuma selisih satu kursi lebih banyak dari PD. Tapi belum sampai 5 tahun, fraksi PKS telah berhasil membuat undang-undang sekolah gratis dari SD sampai SMP. Ini baru bisa disebut punya kemauan!
Gue berharap Gubernur DKI yang baru nanti akan membuat Jakarta semakin baik. Apa-apa yang sudah dibangun dan bisa dikembangkan menjadi salah satu solusi transportasi seperti Busway dapat dibuat menjadi semakin baik, kalau memang poin-poin diatas baik dan bisa diterapkan silahkan diambil Pak Gubernur!
Untuk warga Jakarta jangan pada golput yah, sayang kertas suaranya nanti dimanipulasi. Percayalah saat ini Pilkada DKI adalah salah satu jalan untuk membuat Jakarta menjadi waras dan baik. Dan percayalah orang baik untuk kita pilih menjadi Gubernur DKI itu pasti ada. Sudah 10 tahun Sutiyoso memimpin Jakarta, minusnya lebih banyak daripada positifnya. Bahkan sampai sekarang gue belum pernah mendengar kata ‘maaf’ keluar dari mulutnya ketika banjir 2007 kemarin melanda Jakarta, alih-alih meminta maaf Sutiyoso malah menyalahkan alam, dan media yang terlalu membesar-besarkan masalah ?! hmmmfff, cukup sudah pemimpin model begini. OK guys jangan salah pilih!

June 21, 2007

Spanning-Tree Protocol

Filed under: Network Engineer, Cisco, CCNA

Spanning-Tree Protocol (STP) berfungsi sebagai loop free topology pada switches network. Ditemukan oleh Radia Perlman. STP juga sering disebut Layer 2 Link (L2 Link) karena posisinya di layer Data Link pada OSI Layer Model. Dan biasanya digunakan pada redundancy link antar switch.

Cara kerjanya cukup sederhana. Kita mempunyai 3 switch yang saling terhubung satu sama lain dengan data seperti berikut:

  • Switch1 (s1) dengan mac-address 000d.2861.ff00
  • Switch2 (s2) dengan mac-address 000b.fd3b.e680
  • Switch3 (s3) dengan mac-address 001a.a165.3a80

STP secara default akan menentukan Root Switch berdasarkan mac-address terendah. Dari data di atas maka Switch2 akan menjadi Root Switch. Sedangkan Switch3 yang mempunyai mac-address tertinggi akan mempunyai non-designated port, yaitu salah satu port yang terdapat pada Switch3 akan mengalami kondisi BLOCKING (pada gambar terlihat Fa0/9 mengalami BLOCKING). Port-port lainnya yang saling terhubung akan mempunyai kondisi FORWARDING. Dengan demikian akan tercapai kondisi loop free topology, dengan adanya satu Root Switch dan satu port yang BLOCKING, traffic dari suatu paket di jaringan switch melalui ARP request tidak akan mengalami kondisi looping atau berputar-putar yang akan menyebabkan broadcast storm.

Selain cara default seperti di atas. Kita juga dapat menentukan letak Root Switch melalui command line interface. Dengan topologi yang masih sama kita akan membuat Switch1 sebagai Root Switch. Switch2 sebagai Secondary Switch. Yang akan menyebabkan port Fa0/16 pada Switch3 mengalami kondisi BLOCKING. Lab ini menggunakan VLAN 128.

Switch1:

  • conf t
  • spanning-tree vlan 128 root pimary

Switch2:

  • conf t
  • spanning-tree vlan 128 root secondary

Maka hasilnya bisa dilihat pada gambar di bawah:

Untuk membuktikan STP melakukan kalkulasi dalam menentukan Root Switch dan membuat satu port ke dalam kondisi BLOCKING gue coba meng-capture hasil extended ping dengan 100000 packet pada saat tersebut. Yaitu:

  • Dari Switch1 ke Switch3
  • Dari Switch2 ke Switch3
  • Dari Switch3 ke Switch1
  • Dari Switch1 ke Switch2

Hasilnya dapat dilihat secara berurutan pada gambar di bawah:

Terlihat di 3 gambar pertama terjadi Request Timed Out. Yang menandakan pada saat itu STP sedang melakukan penghitungan untuk mencapai kondisi loop free topology. Sedangkan di gambar terakhir tidak terjadi Request Timed Out karena link Switch1 ke Switch2 ‘tidak terganggu’ dengan penghitungan yang dilakukan STP. 

Namun untuk menggunakan L2 Link atau STP di jaringan produksi, kayaknya mesti dipikir-pikir dulu . Karena gue sendiri menemukan beberapa dokumentasi Cisco yang secara implisit mengajak kita menggunakan STP ‘kalau terpaksa’. Diantaranya bisa dibaca di sini dan juga di sini. Cuma dua yang gue tunjukin, soalnya beberapa yang lain lupa gue bookmark emoticon. Juga ada lagi pendapat pribadi (atau profesional ya ?) dari Himawan ‘double CCIE’ Nugroho yang cukup menarik di sini.

Gue harap artikel ini bisa bermanfaat. Disamping gue juga mau nulis tentang STP karena suatu proyek yang lagi gue kerjain. Alhamdulillah jadi banyak baca dan belajar tentang STP. Dan setelah me-review berbagai hal diatas gue pribadi masih lebih senang menggunakan Layer 3 alias Long Live Routing emoticon.

June 15, 2007

Monitoring dengan STG

Filed under: Network Engineer, Cisco, CCNA

Hari ini bikin topologi sederhana untuk monitoring. Perlengkapan yang digunakan:

  • 1 PC dengan Windows XP Pro
  • 1 Catalyst 2950
  • 1 Catalyst 2900 XL
  • 1 UTP Cross-Cable untuk Trunk antar switch
  • 1 UTP Straight-Cable untuk koneksi PC ke switch
  • 1 kabel console dari PC ke switch
  • STG (SNMP Traffic Grapher), software monitoring buatan Leonid Mikhailov dengan lisensi freeware. Cool software karena kecil, siap digunakan dimana saja, dan yang paling penting real time ! Untuk download atau mau tahu lebih banyak silakan ke sini

Ini gambar topologi lab monitoringnya:

 

STG telah terinstall di PC, konfigurasi kedua switch juga telah dilakukan sesuai topologi di atas. Langkah percobaan yang segera dilakukan adalah:

  • set snmp-server community di switch1 dengan nama ‘monitoring’ dan bertipe ro (read only) 

 

  • set STG Parameter, masukkan IP Address switch1 sebagai target. Masukkan nama community yaitu ‘monitoring’. Klik radio button ‘write data’ dan masukkan nama file nya dengan ‘monitoring.csv’. Parameter lainnya tinggalkan sesuai default.

 

 

  • Lakukan telnet dari PC ke switch2, setelah itu lakukan Extended ping dengan repeat count sebesar 200000 dari switch2 ke PC

 

 

  • Lakukan telnet juga dari PC ke switch2 melalui command-promt. Repeat count sebesar 500000

 

 

  • STG secara real time akan menunjukkan packet traffic yang sedang lalu-lalang di jaringan emoticon

 

June 13, 2007

Tiga Tahun

Filed under: Root

‘tuk Istriku tercinta. 

Alhamdulillah tiga tahun sudah ikatan suci ini tersulam. Banyak sekali hikmah yang Allah ajarkan kepada kita selama kurun waktu ini. Tidak ada penyesalan, yang ada hanya optimisme. Karena ridha allah telah menunggu kita di ujung jalan.

Alhamdulillah karena Alllah telah memilihmu untuk mendampingiku. Dan hanya kamu seorang yang  punya nyali berjalan bersamaku melalui fase transisi ini. Visi rabbani yang telah kita tanam kuat di lubuk hati ini selalu menjadi bahan bakar untuk mensinergikan antara idealisme dengan realita kehidupan yang kita alami.

Baris-baris kalimat ini adalah tanda cinta tulus kepadamu, cinta yang Allah tumbuhkan di hati kita. Happy anniversary perhiasanku. Kuatkanlah lagi genggamanmu. Ujung jalan itu akan segera kita capai. 






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer