Config Register is 0x4a6f6469

June 21, 2007

Spanning-Tree Protocol

Filed under: Network Engineer, Cisco, CCNA

Spanning-Tree Protocol (STP) berfungsi sebagai loop free topology pada switches network. Ditemukan oleh Radia Perlman. STP juga sering disebut Layer 2 Link (L2 Link) karena posisinya di layer Data Link pada OSI Layer Model. Dan biasanya digunakan pada redundancy link antar switch.

Cara kerjanya cukup sederhana. Kita mempunyai 3 switch yang saling terhubung satu sama lain dengan data seperti berikut:

  • Switch1 (s1) dengan mac-address 000d.2861.ff00
  • Switch2 (s2) dengan mac-address 000b.fd3b.e680
  • Switch3 (s3) dengan mac-address 001a.a165.3a80

STP secara default akan menentukan Root Switch berdasarkan mac-address terendah. Dari data di atas maka Switch2 akan menjadi Root Switch. Sedangkan Switch3 yang mempunyai mac-address tertinggi akan mempunyai non-designated port, yaitu salah satu port yang terdapat pada Switch3 akan mengalami kondisi BLOCKING (pada gambar terlihat Fa0/9 mengalami BLOCKING). Port-port lainnya yang saling terhubung akan mempunyai kondisi FORWARDING. Dengan demikian akan tercapai kondisi loop free topology, dengan adanya satu Root Switch dan satu port yang BLOCKING, traffic dari suatu paket di jaringan switch melalui ARP request tidak akan mengalami kondisi looping atau berputar-putar yang akan menyebabkan broadcast storm.

Selain cara default seperti di atas. Kita juga dapat menentukan letak Root Switch melalui command line interface. Dengan topologi yang masih sama kita akan membuat Switch1 sebagai Root Switch. Switch2 sebagai Secondary Switch. Yang akan menyebabkan port Fa0/16 pada Switch3 mengalami kondisi BLOCKING. Lab ini menggunakan VLAN 128.

Switch1:

  • conf t
  • spanning-tree vlan 128 root pimary

Switch2:

  • conf t
  • spanning-tree vlan 128 root secondary

Maka hasilnya bisa dilihat pada gambar di bawah:

Untuk membuktikan STP melakukan kalkulasi dalam menentukan Root Switch dan membuat satu port ke dalam kondisi BLOCKING gue coba meng-capture hasil extended ping dengan 100000 packet pada saat tersebut. Yaitu:

  • Dari Switch1 ke Switch3
  • Dari Switch2 ke Switch3
  • Dari Switch3 ke Switch1
  • Dari Switch1 ke Switch2

Hasilnya dapat dilihat secara berurutan pada gambar di bawah:

Terlihat di 3 gambar pertama terjadi Request Timed Out. Yang menandakan pada saat itu STP sedang melakukan penghitungan untuk mencapai kondisi loop free topology. Sedangkan di gambar terakhir tidak terjadi Request Timed Out karena link Switch1 ke Switch2 ‘tidak terganggu’ dengan penghitungan yang dilakukan STP. 

Namun untuk menggunakan L2 Link atau STP di jaringan produksi, kayaknya mesti dipikir-pikir dulu . Karena gue sendiri menemukan beberapa dokumentasi Cisco yang secara implisit mengajak kita menggunakan STP ‘kalau terpaksa’. Diantaranya bisa dibaca di sini dan juga di sini. Cuma dua yang gue tunjukin, soalnya beberapa yang lain lupa gue bookmark emoticon. Juga ada lagi pendapat pribadi (atau profesional ya ?) dari Himawan ‘double CCIE’ Nugroho yang cukup menarik di sini.

Gue harap artikel ini bisa bermanfaat. Disamping gue juga mau nulis tentang STP karena suatu proyek yang lagi gue kerjain. Alhamdulillah jadi banyak baca dan belajar tentang STP. Dan setelah me-review berbagai hal diatas gue pribadi masih lebih senang menggunakan Layer 3 alias Long Live Routing emoticon.

2 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://jodi.blogsome.com/2007/06/21/spanning-tree-protocol/trackback/

  1. Simple and Nice to read, especially for newbie/junior network engineer, thx bro.

    Comment by RJS — June 21, 2007 @ 4:58 am

  2. # to RJS
    thanks for your visit bro :)
    I hope it will be useful for everyone

    Comment by Jodi — July 2, 2007 @ 7:08 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer