Config Register is 0x4a6f6469

February 13, 2008

EIGRP - 01

Materi kali ini akan membahas poin-poin:

  • Konfigurasi dasar router
  • Konfigurasi dynamic routing EIGRP
  • Kustomisasi bandwidth interface serial 1/0 di R1
  • Konfigurasi default gateway dengan command ip default-network
  • Konfigurasi default gateway dengan command ip route

Dibawah ini adalah topologi yang akan diimplementasikan.

Topologi EIGRP - 01 

Konfigurasi dasar router:

R1:
conf t
hostname R1
int loopback 0
ip address 172.30.0.1 255.255.255.0
no shut
exit
int loopback 1
ip address 172.30.1.1 255.255.255.0
no shut
exit
int s1/0
ip address 10.1.34.1 255.255.255.0
no shut
int s1/1
ip address 10.1.24.1 255.255.255.0
no shut

R2:
conf t
hostname R2
int s1/0
ip address 10.1.34.2 255.255.255.0
no shut
int s1/2
ip address 10.1.2.2 255.255.255.0
no shut

R3:
conf t
hostname R3
int s1/1
ip address 10.1.24.3 255.255.255.0
no shut
int s1/2
ip address 10.1.2.3 255.255.255.0
no shut

 
Konfigurasi dynamic routing EIGRP:

R1:
conf t
router eigrp 1
no auto-summary
network 172.30.0.0 0.0.0.255
network 10.0.0.0

R2:
conf t
router eigrp 1
no auto-summary
network 10.1.34.0 0.0.0.255
network 10.1.2.0 0.0.0.255

R3:
conf t
router eigrp 1
no auto-summary
network 10.1.24.3 0.0.0.0
network 10.1.2.0 0.0.0.255

Routing EIGRP 1 pada ketiga router sudah berjalan. Tes ping dari R1 ke int s1/2 di R2 dan ke int s1/2 di R3 sukses !

ping dari R1 ke R2 dan R3 - Routing EIGRP 1 sudah berjalan 

Pada saat ini R1 akan mempunyai dua jalur terdekat untuk menuju network 10.1.2.0/24 yaitu melalui 10.1.34.2 di Serial1/0 dan melalui 10.1.24.3 di Serial1/1, dapat dilihat pada gambar dibawah.

Dua jalur terdekat dari R1 ke network 10.1.2.0/24 

Hal ini disebabkan bandwidth yang dimiliki kedua link sama besar, yaitu 1,544 Mbps. Hal ini bisa dilihat pada command ‘sh int s1/0’ dan ‘sh int s1/1’ di R1. Seperti gambar dibawah.

Melihat bandwidth pada int S1/0 di R1 

Melihat bandwidth pada int s1/1 di R1 

Kustomisasi bandwidth pada interface Serial 1/0 di R1:

R1:
conf t
int s1/0
bandwidth 1000

Hasilnya int s1/0 di R1 akan memiliki bandwidth 1,0 Mbps.

Kustomisasi bandwidth int s1/0 di R1 menjadi 1.0 Mbps 

Sekarang, routing menuju network 10.1.2.0/24 dari R1 akan memilih jalur 10.1.24.3 di Serial1/1 karena bandwidth yang lebih tinggi. Hasilnya dapat dilihat dengan command ‘sh ip route’ di R1.

Route terbaik dari R1 ke network 10.1.2.0/24 

Sesuai dengan topologi network diawal pembahasan, implementasi ini akan me-misalkan ip loopback 0 sebagai default gateway menuju jalur public/ internet cloud.

Konfigurasi default gateway dengan ip default-network:

R1:
conf t
ip default-network 172.30.0.0

Default gateway dapat dilihat dengan command ‘sh ip route’ di masing-masing router.

status default gateway dengan ip default-network di R1

status default gateway dengan ip default-network di R2 

status default gateway dengan ip default-network di R3 

 

Konfigurasi default gateway dengan command ‘sh ip route’ (sebelumnya remove dulu ip default-network)

R1:
conf t
no ip default-network 172.30.0.0
ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 lo0
router eigrp 1
network 0.0.0.0
 

Jika dilihat dengan ‘sh ip route’ pada tiap router, akan terlihat default gateway menuju 0.0.0.0/0 melalui  interface Loopback 0. Dapat dilihat pada gambar-gambar dibawah.

status default gateway dengan ip route di R1 

status default gateway dengan ip route di R2 

status default gateway dengan ip route di R3 

 






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer