Lab - 120920091025
Full IP Reachability. Kurang lebih begitulah tema Lab kali ini. Bisa juga disebut ‘Route Tuning’ , atau bahasa Cisco Press-nya ‘Manipulating Route Traffic and Route Updates’. OK guys, topologi lab-nya bisa dilihat dibawah:
Goal dari Lab ini:
- Succesful Ping dari 10.1.1.1 ke 10.5.5.5 melalui primary link melalui r1 - r2 - r4 - r5
- Succesful Ping dari 10.1.1.1 ke 10.5.5.5 melalui backup link melalui r1 - r3 - r4 - r5 (jika primary link down!)
Langkah-langkah konfigurasi:
- Konfigur ospf 1 di r1, r2, r4, r5
- Konfigur eigrp 100 di r1, r3, r4
- konfigur Router Redistribution untuk eigrp dan ospf di r4 dan r1 !
Konfigurasi router yang akan dicapture adalah r1 dan r4. Karena di kedua router ini route redistribution dilakukan. Yang merupakan inti dari Full IP Reachability Lab kali ini. Berikut konfigurasi r1 dan r4.
r1#sh run
Building configuration…
Current configuration : 1058 bytes
!
version 12.3
service timestamps debug datetime msec
service timestamps log datetime msec
no service password-encryption
!
hostname r1
!
boot-start-marker
boot-end-marker
!
enable secret 5 $1$5M3.$.iSB9/sp87FNFoULbj7/E1
!
no aaa new-model
ip subnet-zero
!
!
ip cef
!
!
!
!
!
interface Loopback0
ip address 10.1.1.1 255.255.255.0
!
interface FastEthernet0/0
ip address 100.1.1.1 255.255.255.252
duplex auto
speed auto
!
interface FastEthernet0/1
ip address 200.1.1.1 255.255.255.252
duplex auto
speed auto
!
router eigrp 100
redistribute ospf 1 metric 10000 100 255 1 1500
network 200.1.1.0 0.0.0.3
no auto-summary
!
router ospf 1
router-id 1.1.1.1
log-adjacency-changes
redistribute eigrp 100 metric 20 metric-type 1 subnets
network 10.1.1.0 0.0.0.255 area 0
network 100.1.1.0 0.0.0.3 area 0
!
ip http server
ip classless
!
!
!
line con 0
transport preferred all
transport output all
line aux 0
transport preferred all
transport output all
line vty 0 4
no login
transport preferred all
transport input all
transport output all
!
end
r4#sh run
Building configuration…
Current configuration : 1212 bytes
!
version 12.3
service timestamps debug datetime msec
service timestamps log datetime msec
no service password-encryption
!
hostname r4
!
boot-start-marker
boot-end-marker
!
!
no aaa new-model
ip subnet-zero
!
!
ip cef
!
!
!
!
!
interface FastEthernet0/0
ip address 100.1.1.6 255.255.255.252
duplex auto
speed auto
!
interface FastEthernet0/1
ip address 200.1.1.6 255.255.255.252
duplex auto
speed auto
!
interface Serial1/0
ip address 100.1.1.9 255.255.255.252
serial restart-delay 0
!
interface Serial1/1
no ip address
shutdown
serial restart-delay 0
!
interface Serial1/2
no ip address
shutdown
serial restart-delay 0
!
interface Serial1/3
no ip address
shutdown
serial restart-delay 0
!
router eigrp 100
redistribute ospf 1 metric 10000 100 255 1 1500
network 200.1.1.4 0.0.0.3
no auto-summary
!
router ospf 1
router-id 4.4.4.4
log-adjacency-changes
redistribute eigrp 100 metric 20 metric-type 1 subnets
network 100.1.1.4 0.0.0.3 area 0
network 100.1.1.8 0.0.0.3 area 0
!
ip http server
ip classless
!
!
access-list 1 permit 10.5.5.0 0.0.0.255
!
line con 0
transport preferred all
transport output all
line aux 0
transport preferred all
transport output all
line vty 0 4
!
end
Pada kondisi saat ini semua konfigurasi telah diimplementasikan. Routing protocol ospf dan eigrp telah aktif di masing-masing router sesuai gambar topologi. Route redistribution antara ospf dan eigrp di r1 dan r4 juga telah terkonfigur. Langkah berikutnya adalah men-test Full IP Reachability.
Yang pertama lakukan ’sh ip route’ di r1 untuk mem-verify primary link yang aktif adalah r1 - r2 - r4 - r5 dimana route ke 10.5.5.5 akan melalui interface 100.1.1.2
Lakukan ping dari r1 ke 10.5.5.5. Ping sukses
Lakukan traceroute ke 10.5.5.5 dari r1. Hasil capture menunjukkan paket icmp melalui primary link (r1 - r2 - r4 - r5)
Lakukan extended ping dari 10.1.1.1 ke 10.5.5.5 dengan repeat count sebanyak 100x. Setelah ping terlihat sukses berjalan, maka ‘putuskan’ koneksi dengan men shutdown int di r2. Dengan tujuan agar paket icmp yang mengalir melalui primary link (r1 - r2 - r4 - r5) akan berpindah ke backup link (r1 - r3 - r4 - r5). Proses perpindahan ini dapat dilihat pada hasil capture di bawah.
Dapat dilihat pada hasil capture diatas. Paket icmp berpindah dari primary link ke backup link. Penjelasan sederhananya:
- Pada saat int f0/0 di r2 di ’shutdown’ maka hello packet yang digunakan ospf akan memberi tanda bahwa terjadi perubahan topologi. Yang mengakibatkan semua router akan menghitung ulang topologi networknya.
- Pada saat yang bersamaan pula eigrp akan memberikan topologi database-nya yang mempunyai informasi best route atau successor yang bisa digunakan untuk mencapai route 10.5.5.5
- Setelah routing table di r1 mendapatkan best path menuju route 10.5.5.5 dari eigrp maka icmp paket kembali dapat mengalir, namun kali ini mereka mengalir melalui backup link (r1 - r3 - r4 - r5)
Sekarang mari kita perhatikan hasil ’sh ip route’ di r1. Best path menuju route 10.5.5.5 adalah via 200.1.1.2 bukan lagi via 100.1.1.2 !
Dan terakhir untuk mem-verify kembali paket icmp ke 10.5.5.5 dari r1 akan melalui backup link (r1 - r3 - r4 - r5), gunakan traceroute ke 10.5.5.5
Selesai….Fin…Tamat……Done !

